Your Ad Here

Proxy Server (Squid) - 2

ICP (Internet Cache Protocol)
ICP merupakan kependekan dari Internet Cache Protocol, yaitu merupakan protocol yang digunakan untuk mengkoordinasikan antara dua web cache atau lebih agar dapat bekerjasama dan berkomunikasi. Tujuan web-cache bekerja sama ini adalah supaya dapat mencari letak yang tepat untuk menerima objek yang direquest. Protokol ini tidak reliable namun memiliki time out yang sangat pendek sehingga cocok untuk web-cache. Protokol ini tidak cocok untuk delivery – UDP adalah protokol yang lebih umum digunakan untuk delivery protocol.

Access Control List
Access Control List (ACL) adalah daftar rule yang menyatakan pembagian previleges, untuk mencegah orang yang tidak memiliki hak akses menggunakan infrastruktur cache. ACL adalah konfigurasi yang paling penting dalam sebuah web-cache. Dalam Squid, ACL digunakan untuk mendefinisikan rule yang diterapkan dalam web-cache tersebut.
Squid mendukung tipe-tipe ACL seperti di bawah ini:
  • Network, subnet, baik tujuan maupun asal
  • Waktu, dalam hal ini adalah hari dan jam (bisa merupakan selang waktu)
  • Alamat website yang terangkum dalam regular expression (regex)
  • Port yang dituju, bisa merupakan daftar port atau selang port sekian hingga sekian
  • Protokol, misalnya HTTP, FTP, SNMP, dsb
  • Method form HTML, yaitu POST dan GET
  • Daftar browser yang digunakan client yang terangkum dalam regular expression (regex)
  • User Name
  • Nomor kode negara, baik yang dituju maupun negara asal
  • Autentikasi user name
  • SNMP agent
  • Maksimal koneksi untuk setiap IP address
  • Maksimal jumlah IP address yang diperbolehkan untuk user name yang sama
  • MIME yang direquest yang terangkum dalam regular expression
  • Header dari request yang terangkum dalam regular expression
Squid akan memeriksa setiap request yang datang dengan ACL yang ada pada konfigurasi dan mencocokannya dengan aturan yang ada. Pencocokan ini bisa berakibat diizinkan atau ditolaknya suatu koneksi dari user, pemberian bandwidth yang sesuai dengan aturan, dan sebagainya.

Delay Pool
Delay Pool adalah suatu cara untuk menurunkan kecepatan akses untuk suatu alamat website dari ACL tertentu. Squid tidak hanya mendukung delay pool hanya untuk subnet saja, namun untuk semua ACL yang telah dibahas di atas. Dalam squid, Delay Pool dispesifikasi dalam beberapa konfigurasi, yaitu:
  • Delay Pool menspesifikasi berapa jumlah pool atau kelompok bandwidth yang akan digunakan dalam squid.
  • Delay Class menspesifikasi masing-masing kelompok pool untuk masuk dalam class apa. Dalam squid ada beberapa class yang memiliki fungsi yang berbeda-beda, yaitu class 1, class 2, dan class 3. Class-class ini dispesifikasi berdasarkan IP address dari ACL.
  • Delay parameter menspesifikasi berapa jumlah transfer rate atau lebih sering disebut bandwidth untuk suatu pool. Bandwidth dispesifikasi dalam transfer rate rata-rata dan transfer rate maksimum yang dapat dicapai suatu pool.
  • Delay Access adalah parameter untuk memasukkan suatu ACL ke pool tertentu. Di sini juga disebutkan apakah ACL diterima atau ditolak untuk masuk ke pool tersebut.

Autentikasi pada Squid
Squid mendukung beberapa cara untuk autentikasi, yaitu basic, digest, dan NTLM. Cara basic paling sering digunakan karena hampir semua browser mendukung autentikasi ini, meskipun dari segi keamanan kurang dapat dijamin keamanannya. NTLM adalah kependekan dari NT Lan Manager, autentikasi yang dikembangkan oleh Microsoft yang digunakan oleh produk-produk Microsoft, dan akhirnya digunakan banyak software lain sebagai standar autentikasi, seperti misalnya Mozilla dan Apache WebServer. Sebenarnya tidak hanya NTLM saja yang didukung squid untuk melakukan autentikasi user. Program kita juga bisa digunakan sebagai media autentikasi karena parameter di file konfigurasi Squid sangat liberal. Pada prinsipnya program yang digunakan bisa menerima input dari realm browser dan mencek dengan passwordnya dan mereturn sebuah value: OK atau ERR. Squid akan membaca kedua return value tersebut. Oleh karena itu kita dapat membuat program untuk autentikasi Squid, misalnya autentikasi IMAP, sehingga yang digunakan adalah user dan password di mail server.

Proxy Server (Squid) - 1

Squid web-cache proxy server adalah software proxy server yang bersifat open source yang didesain untuk berjalan di sistem UNIX dan keluarganya (tentu saja termasuk Linux). Squid tidak hanya dapat meng-cache objek-objek web saja, namun juga dapar meng-cache DNS dan network lookup lainnya. Meskipun pada awalnya didesain untuk sistem UNIX, namun Squid dapat pula diport ke Windows NT, namanya menjadi SquidNT.

Cara Kerja Squid
Squid pertama-tama akan memeriksa request yang datang. Jika squid diset dengan autentikasi tertentu, squid akan memeriksa autentikasi user terlebih dahulu. Autentikasi ini termasuk subnet area, user account, jenis file yang direquest, alamat situs tujuan, dan properti-properti yang telah diset pada file konfigurasi squid. Jika lolos dan telah sesuai dengan konfigurasi, request tersebut kembali diperiksa apakah objek yang diminta telah berada di cache. Jika sudah ada maka proxy server tidak perlu melanjutkan request ke internet tetapi langsung mereply request dengan objek yang diminta.

Keuntungan menggunakan proxy server:
  • Dapat menghemat biaya bandwidth.
  • Mempercepat koneksi karena file-file web yang direquest (selanjutnya disebut object) disimpan di dalam cache sehingga tidak perlu keluar menuju internet.
  • Dapat mengatur kecepatan bandwidth untuk subnet yang berbeda-beda (mirip dengan HTB atau zaper).
  • Dapat melakukan pembatasan untuk file-file tertentu.
  • Dapat melakukan pembatasan akses kepada situs-situs tertentu (misalnya situs porno).
  • Dapat melakukan pembatasan download untuk file-file tertentu (misalnya file-file mp3, wav, dsb).
  • Dapat melakukan pembatasan waktu-waktu yang diperbolehkan untuk download.
  • Dapat melakukan pembatasan siapa saja yang boleh mengakses internet dengan menggunakan autentikasi. Autentikasi yang biasa digunakan bisa basic, digest, ataupun ntlm.
  • Dapat melakukan pembatasan-pembatasan lainnya.

Kerugian menggunakan proxy server:
  • Pintu keluar menuju gerbang internet hanya lewat proxy, sehingga ketika terjadi overload, akses internet menjadi lambat
  • User akan melihat file yang kadaluarsa jika cache expire time-nya terlalu lama, sehingga meskipun di website file tersebut sudah berubah, user masih melihat file yang tersimpan di cache memory
  • Karena koneksi internet harus melalui gerbang proxy terlebih dahulu, maka kecepatan akses bisa jadi lebih lambat daripada kita melakukan koneksi langsung. Dalam hal ini keduanya akan mengakses file internet secara langsung

Beberapa proxy yang sering digunakan:
  • Squid Web-cache: merupakan proxy server open source dan didesain untuk berjalan di sistem UNIX dan keluarganya.
  • WinProxy: proxy server berbasis windows yang sifatnya free.
  • WinGate Proxy Server: proxy server berbasis windows yang bersifat komersial.
  • Microsoft Proxy: proxy server buatan Microsoft Corporation. Tentu saja sangat komersial
  • dan lain-lain

Karakteristik Topologi Star dan Mesh

Topologi Star
Karakteristik topologi ini sebagai berikut :
  • Medium transmisi yang digunakan dalam tipe topologi ini, membentuk jalur tertutup (closed loop), dan setiap workstation mempunyai kabel tersendiri untuk langsung berhubungan dengan file server, sehingga seluruh sistem tidak akan gagal bila ada salah satu kabel pada workstation yang terganggu.
  • Mudah dikembangkan, karena tiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung kecentral node.
  • Dapat digunakan kabel yang "lower grade", karena hanya menghandle satu lalu lintas data, biasanya digunakan kabel UTP. Node-node tersambung langsung ke suatu node pusat (biasa berupa hub), sehingga mudah dikembangkan.
  • Keuntungannya dari topologi star adalah apabila satu kabel node terputus, node lainnya tidak terganggu.


Topologi MESH

Karakteristik topologi ini adalah sebagai berikut :
  • Pada topologi mesh tiap komputer terhubung langsung dengan komputer lain (pear to pear).
  • Setiap komputer mempunyai jalur sendiri-sendiri dengan komputer lain, sehigga tidak akan terjadi collision domain.
  • Kerugian dari penggunaan topologi ini adalah penggunaan ethernet dan kabel yang banyak sehingga dibutuhkan dana yang besar.
  • Keuntungan dari penggunaan topologi ini adalah apabila ada salah satu jalur pada komputer putus, komputer masih dapat berhubungan dengan jalur yang lain.

Firewall

Bagaimana caranya firewall melakukan filtering terhadap packet ?
Packet Filtering diaplikasikan dengan cara mengatur semua packet IP baik yang menuju, melewati atau akan dituju oleh packet tersebut. Packet tersebut akan diatur apakah akan di terima dan diteruskan atau di tolak. Penyaringan packet ini di konfigurasikan untuk menyaring packet yang akan di transfer secara dua arah (baik dari dan ke jaringan lokal). Aturan penyaringan didasarkan pada header IP dan transport header, termasuk juga alamat awal(IP) dan alamat tujuan (IP).

Konsep dan cara kerja "iptables"
Setiap jaringan yang ada setidaknya dapat melakukan semacam filtering untuk menyaring data yang masuk dan keluar. Hal ini dimaksudkan untuk melarang koneksi dari komputer yang kemungkinan tidak dapat dipercaya karena banyak alasan seperti virus, hacking, dan lain-lain. Agar jaringan yang kita buat mampu melakukan hal tersebut perlu dilakukan beberapa langkah agar baik dari dalam keluar maupun dari luar ke dalam data yang kita transaksikan aman.
Dalam Linux perintah yang digunakan untuk melakukan filtering dan firewaling adalah iptables, dimana dengan perintah ini kita mampu melakukan aksi seperti ACCEPT dimana aksi ini adalah untuk membiarkan sebuah paket lewat, DROP yang digunakan untuk melarang paket tersebut lewat tanpa memberitahukan pengirim paket, REJECT untuk melarang paket lewat tapi dengan mengirimkan pesan ke pengirim.
Sintaks dari penggunaan iptables ini adalah sebagai berikut :

iptables -t [table]
-[A|I|D] [chain] [no_chain]
-s [asal_paket]
-d [tujuan_paket]
-p [tcp|udp]
-m [match]
-j [aksi]

[table]:
iptables mendukung 3 table yaitu: filter, nat ( Network Address Tranlation ), mangle. dengan masing-masing table memiliki chain yang berbeda seperti tercantum pada tabel1. Dapat kita lihat bahwa table mangle merupakan gabungan dari kedua tabel lainnya.

[A|I|D|N] :
A : untuk menambah chain pada posisi terakhir.
I : untuk menambah chain pada posisi sesuai dengan [no_chain]
D : untuk menghapus pada chain. Ada 2 macam implementasinya, dengan perintah yang sama ketika penambahan chain hanya saja merubah -A menjadi -D, atau dengan perintah iptables -D [chain] [no_chain_yang_dihapus]

[asal_paket]:
Adalah merupakan IP atau net ID asal dari paket yang diterima, jika berupa IP bentuk penulisannya adalah “[IP]/32” atau “[IP]” saja. Jika berupa net ID maka penulisannya “[ID/netmask]”

[tujuan_paket] :
Adalah IP atau net ID tujuan dari paket yang diterima, formatnya sama dengan asal_paket.

[tcp|udp]:
Merupakan tipe protocol yang digunakan. Selain itu dengan option protokol ini kita dapat menambahkan destination maupun source port yang akan diperiksa juga.

[match]:
Merupakan option-option advance untuk melakukan filtering seperti pengaturan waktu kapan filtering aktif maupun tidak aktif, juga dapat membuat option untuk multiport dan lain-lain.

[aksi]:
seperti yang tercantum sebelumnya ACCEPT, REJECT, DROP ditambah beberapa aksi seperti DNAT, SNAT yang digunakan untuk manipulasi header dari paket yang diterima.

Istilah yang umum pada DNS

SOA MNAME
Merupakan nama domain yang dibuat. Selalu diakhiri dengan tanda titik yang berarti domain tertinggi. Sebelum tanda titik terdapat top level domain, kemudian diikuti oleh domain yang lebih rendah. Contoh “test.com.”, “test2.co.id.

SOA RNAME
Merupakan email address dari orang atau organisasi yang bertanggung jawab pada zona ini. Format field ini berbeda dengan format email biasa (yaitu memakai tanda '@'). Format yang digunakan dalam field ini adalah mailbox-name.domain.tld. Misalnya “itsnet.its.ac.id” akan ekuivalen dengan “itsnet@its.ac.id”

SOA Serial Number
Merupakan field yang menunjukkan serial number dari DNS server. Field ini berisi nilai unsigned 32 bit mulai dari 1 hingga 4294967295 dengan jumlah increment maksimal 2147483647. Dalam implementasi BIND (Berkeley Internet Name Daemon), field ini didefiniskan dalam 10 digit. Format yang paling populer dalam penamaan serial number ini adalah yyyymmddss dengan yyyy adalah tahun, mm adalah bulan, dd adalah tanggal, dan ss adalah jumlah perubahan yang dilakukan pada hari itu. Nilai dari field ini harus diubah ketika terjadi perubahan pada zone file. Perubahan ini wajib dilakukan karena server lain menyimpan informasi mengenai zona berdasarkan serial number. Selama serial number server tidak berubah, maka data di cache juga tidak akan berubah.

SOA REFRESH
Merupakan waktu jeda yang diperlukan Secondary Name Server untuk melalukan pemeriksaan zone file dan serial numbernya, dalam detik.

SOA RETRY
Merupakan Waktu jeda yang diperlukan untuk menunggu response balik ketika terjadi refresh, dalam detik.

SOA EXPIRE
Merupakan Lama waktu yang diperlukan Secondary Name Server untuk mempertahankan zone file yang terakhir direfresh dari Primary Name Server, jika melewati batas maka zone file akan dihapus.

SOA MINIMUM TTL
Merupakan mendefinisikan nilai default TTL (Time To Live) untuk semua resource record pada zone file.

CNAME
CNAME, Canonical Name for Alias, merupakan Nama alias atau nama lain dari sebuah nama host. Formatnya adalah:
CNAME

MX
Menandakan bahwa host tersebut merupakan koneksi mail. Formatnya adalah sebagai berikut:
[domain-name] IN MX [Preference] [Exchange]
Dimana:
Preference adalah 16 bit integer yang menunjukkan preferences dari suatu domain dengan domain lainnya. Semakin kecil nilainya maka preferencesnya semakin bagus.
Exchange adalah domain yang akan menangani mail exchange untuk owner name

A
Merupakan singkatan dari Address of dari IP yang disebutkan sebelumnya.

PTR
Merupakan penunjuk bahwa nama dari address yang disebut sebelumnya memiliki IP yang disebut setelah tanda PTR ini.

AAAA
AAAA adalah record seperti record A yang menunjukkan alamat class alamat IPv6 yang spesifik dengan data format 128 bit (sesuai dengan format bit Ipv6).

TXT
TXT adalah record yang menunjukkan text strings, digunakan untuk menangani teks yang berisi deskripsi suatu domain. Semantiknya tergantung dengan domain name dimana teks ditemukan.

Beberapa Istilah Lainnya :

Bind
BIND (Barkeley Internet Name Domain) merupakan system DNS yang paling banyak dipergunakan. Awalnya hanya dipergunakan pada BSD Unix, akan tetapi sekarang dapat ditemui pada hampir semua system Unix dan Linux.

FDNS (Full Domain Name Server)
Sebuah service yang berjalan dengan sebuah small group of unix junkies untuk membuat sebuah simple system similar ke old ML.ORG system untuk menunjuk host atau subdomains ke IP address.

Master
Merupakan jenis dari name server yang membaca informasi zone dari file yang berasal dari mesinnya sendiri (localhost)

Slave
Merupakan jenis dari name server yang membaca informasi zone dari file yang dikirimkan oleh master. Ketika slave name server dinyalakan, dia akan bertanya pada master name server, apakah ada zone file yang harus di load. Apabila ada master name server akan mengirimkan zone file nya. Proses ini dinamakan zone transfer

Zone
Merupakan informasi tentang beberapa bagian domain name space yang dimiliki oleh name server. Zone dapat diload dari file atau dikirim dari name server lain

Name Server
Program yang menyimpan informasi tentang nama domain disebut name-server.

DNS dan Kronologi Penggunaannya

DNS adalah Domain Name Server, yaitu server yang digunakan untuk mengetahui IP Address suatu host lewat host name-nya. Dalam dunia internet, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali IP Address-nya. Namun bagi manusia tidak mungkin menghafalkan IP address tersebut, manusia lebih mudah menghapalkan kata-kata seperti www.yahoo.com, www.google.com, atau www.friendster.com. Jadi DNS berfungsi sebagai pemeta “host-ke-IP” atau “IP-ke-host” sebab jaringan internet sebenarnya tidak peduli dengan nama suatu host, router sebenarnya hanya perlu mengetahui IP Address asal dan IP Address tujuan dari suatu paket data. Dengan demikian jelaskah bahwa DNS memang dibangun hanya untuk membantu manusia dalam mengingat nama suatu host, tidak perlu mengingat IP Address host tersebut. Cara Kerja DNS adalah sebagai berikut :
  1. Ketika merequest suatu alamat, misalnya www.yahoo.com dari host maka host akan mengontak server DNS local (biasanya terletak pada jaringan IPS) untuk mencari IP Address dari alamat tersebut
  2. Server DNS local tersebut kemudian mencari IP Address pada data cache yang dimilikinya
  3. Jika server DNS Lokal tersebut belum pernah menyimpan IP Address www.yahoo.com pada data cachenya maka server DNS local tersebut akan mengontak server DNS lainnya (biasanya Root DNS local) untuk mengetahui IP Address dari server DNS yang mengelola domain www.yahoo.com
  4. Jika domain www.yahoo.com benar-benar “exist” maka Root DNS Server akan memberitahu IP Address server DNS yang merupakan “DNS Authority” dari domain yahoo.com. Kemudian server DNS local akan mengontak server DNS yang mengelola domain yahoo.com (DNS Authority dari domain yahoo.com) tersebut untuk menanyakan IP Address dari www.yahoo.com
  5. Karena server www.yahoo.com memang “exist” maka server DNS yahoo.com akan memberitahu IP Address dari www.yahoo.com tersebut. Server DNS local kemudian akan memberitahu IP Address www.yahoo.com tersebut kepada host dan IP Address tersebut akan disimpan oleh server DNS local pada data cachenya untuk pemakaian di waktu mendatang.

Pengenalan Hardware Jaringan

Pada Jaringan komputer terdapat beberapa macam Hardware diantaranya adalah switch, hub, router, bridge yang mempunyai fungsi dan karekteristik sendiri-sendiri. Dibawah ini sedikit keterangan mengenai beberapa hardware tersebut :


Switch
Switch bekerja pada lapisan datalink sehingga sering disebut sebagai switch lapisan ke dua (Layer-2 switch). Cara kerja switch mirip dengan bridge yaitu mampu untuk mengenal alamat MAC. Switch memiliki tabel penerjemah yang secara otomatis membuat daftar alamat MAC dari komputer yang berada di jaringan. Dengan menggunakan tabel alamat ini, switch meneruskan data ke alamat MAC komputer yang dituju. Switch memiliki sejumlah port.
Data yang masuk dan keluar dari suatu port dapat langsung masuk switch tanpa harus menunggu data lain yang melalui port lain. Hal ini dikatakan bahwa setiap port pada switch mempunyai collision domain sendiri yang sangat mempercepat pengiriman data pada jaringan.

Hub
Hub berfungsi untuk memperkuat sinyal dan tidak memiliki tingkat kecerdasan untuk menentukan tujuan akhir informasi yang dikirim. Hub memiliki sejumlah port sehingga hub sering disebut sebagai multiport repeater. Pada hub, sinyal yang dikirim akan diterukan ke semua port yang dimiliki. Pada hub hanya terdapat satu jalur untuk semua data yang masuk dan keluar. Sehingga setiap data harus bergantian menggunakan hub jika tidak ingin terjadi tabrakan. Hub hanya mempuyai satu collision domain (wadah tabrakan) untuk tiap port. Hub hanya mendukung half duplex yaitu data hanya dapat dikirim dan diterima secara bergantian.

Router
Router memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi dan mampu meneruskan data ke alamat-alamat tujuan yang berada pada jaringan yang berbeda. Router bekerja pada lapisan network (lapisan ke tiga) dan meneruskan paket data berdasarkan alamat logika seperti IP address.

Bridge
Bridge digunakan untuk memecah jaringan yang besar menjadi beberapa segmen jaringan yang lebih kecil. Jaringan-jaringan kecil tersebut dihubungkan oleh suatu bridge. Bridge bekerja pada lapisan datalink. Bridge mampu mengenal alamat MAC. Bridge memiliki tabel penerjemah yang secara otomatis membuat daftar alamat MAC dari komputer yang berada di jaringan. Dengan menggunakan tabel alamat ini, bridge meneruskan data ke alamat MAC komputer yang dituju.




Your Ad Here

Recent Post

Recent Comments